HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS TAROKAN KABUPATEN KEDIRI
DOI:
https://doi.org/10.32831/jik.v14i2.970Keywords:
ASI Eksklusif, Status Gizi BalitaAbstract
Pendahuluan: Selama pandemi COVID-19, praktik pemberian ASI eksklusif mengalami penurunan dan menghadapi berbagai tantangan, hal ini akan meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita usia 6-24 bulan. Prevalensi ASI eksklusif tercatat hanya sekitar 58,3%, sementara inisiasi menyusu dini sebesar 57,8%. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif menjadi asupan penting untuk tumbuh kembang bayi. Balita berusia 6 -24 bulan merupakan kelompok rawan gizi. Dampak dari tidak diberikanya asi eklusif pada bayi yaitu bayi dapat mengalami malnutrisi, wasting, stunting, rentan mengalami penyakit infeksi dan juga gangguan kesehatan pencernaan. Metodologi: Penelitian ini menerapkan desain penelitian retrospektif. Sampel penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan sebanyak 29 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik proporsionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pemberian asi eksklusif dan lembar pengukuran status gizi. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (α < 0,05), sehingga H₀ ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi bayi usia 6–24 bulan, dimana bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki status gizi lebih baik dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.”. Diskusi: penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan status gizi, artinya, semakin baik penerapan ASI eksklusif, semakin baik pula status gizi bayi.
Kata Kunci : ASI Eksklusif, status gizi balita
Downloads
References
Adyani, E. L. (2019). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi bayi pada usia 4-6 bulan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Amelia, T. A., Wardani, S., & Mareta. R. (2022).The Relationship Between Exclusive Breastfeeding and The Nutritional Status of Infants Aged 0-6 Months in Mertoyudan Health Center 2.
Berliana, E. (2021). Faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita di posyandu desa semen kecamatan paron kabupaten ngawi.184
Frelestanty, E., & Haryanti, Y.(2018). Hubungan Pemberian ASI dan Susu Formula Dengan Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan. Jurnal Medika Usada, 1 (2), 13-20. https://doi.org/10.54107/medikausada. Vli2.22
Handayani, C. (2020). Gambaran pemberian ASI Eksklusif dan status gizi bayi usia 0-6 bulan dibeberapa lokasi di Indonesia periode tahun 2005- 2019.21(1), 1-9.
Hockenberry, M. J., Wilson, D. M., & Rodgers, C. C. (2019). Wong's Nursing care of infants and children (11th ed.). https://www.elsevier.com/books/wongs- nursing-care-of-infants-and- children/hockenberry/978-0-323-48538-8
Husna, A., & Safitri, F. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga dan Pemberian Asi dengan Status Gizi Pada Bayi Umur 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. 8(2)
Ayu, I. (2017). ASI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta : EGC
Cindy V. Ngenget, Nova H. Kapantow, Paul A. T. Kawatu. (2017). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Gizi Anak Usia 6- 24 Bulan Di Kelurahan Kakaskasen 1 Kecamatan Tomohon Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat,1-9
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/23078
Hamid, N. A., Hadju, V., Dachlan, D. M., Jafar, N., & Battung, S. (2020). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Gizi Baduta Usia 6-24 Bulan Di Desa Timbuseng Kabupaten Gowa. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia: The Journal of Indonesian Community Nutrition, 9(1), 51–62. https://doi.org/10.30597/jgmi.v9i1.10158
Mardalena, Ida. (2017).Dasar-Dasar Ilmu Gizi Dalam Keperawatan Konsep dan Penerapan Pada Asuhan Keperawatan.Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Maidartati, Hayati, S., & Wahyuni, H. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bandung. Jurnal Keperawatan, 7(2), 323–328.
Nengsih U, Noviyanti, Djamhuri D.S. (2016). Hubungan Riwayat Kelahiran Berat Bayi Lahir Rendah Dengan Pertumbuhan Anak Usia Balita. Jurnal Bidan: Midwife Journal. Stikes Unjani.
Nursalam (2015) Metodologi ilmu keperawatan, edisi 4, Jakarta: Salemba Medika.
Okawary, A. (2019). Hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta. Naskah Publikasi, 1–8.
Pesik, L. F. L., Punuh, M. I. M., Amisi, M. D., KESMAS, M. A.-, & 2019, U (2019).
Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif Dengan Status Gizi Anak Pada Usia 6-24 Bulan Di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(6), 388–394.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI tahun 2018.
Sandewi. 2018. Hubungan Pemberian Asi Esklusif Dengan Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 7-12bulan di Wilayah Puskesmas poasia thn 2018. Skripsi Politehnik Kesehatan Kedari Prodi D-IV Kebidanan. http://Repository.poltekkes- kdi.ac.id
Septikasari, M. (2018). Status Gizi Anak Dan Faktor Yang Mempengaruhi. Yogyakarta: UNY Press
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV Alfabeta. Supariasa, I. D.N. et.al. (2016). Penilaian Status Gizi.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sutanto, Andina Vita. (2018) . Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Timporok, A. G. A. (2018). Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kawangkoan. Jurnal Keperawatan, 6(1), 1-6.
Yayah K. Husaini. Antropometri Sebagai Indeks Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Medika No 8 Tahun XXIII, 1997. hlm, 269.
Dewi kartika sari, didik gunawan tamtomo, s. A. (2017). Hubungan teknik , frekuensi , durasi menyusui dan asupan energi dengan berat badan bayi usia 1-6 bulan di Puskesmas Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Relations Techniques , frequency
, duration of breastfeeding and energy intake with weight babies in age 1-. Amerta nutr., 1(1),1–13. Https://doi.org/10.20473/amnt.v1.i1.2017.1-13
Sulistyoningsih, h. (2020). Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak (g. Ilmu (ed.); 2nd ed.) Lukman, s., wahyuningsih, s., rahmawati, r., & m, s. (2020). Perbedaan Pemberian ASI Eksklusif dengan MP-ASI terhadap Tumbuh Kembang pada Anak Usia 0-12 Bulan. Jurnal Keperawatan Profesional, 1(1), 19–27. Https://doi.org/10.36590/kepo.v1i1.80
Aida ratna wijayanti, s. K. (2018). Pengetahuan Persiapan Laktasi Bagi Primigravida Di Wilayah Puskesmas Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. 7(2).
Septikasari, m. (2018). Status Gizi Anak Dan Faktor Yang Mempengaruhi (1st Ed.). Uny Press.
Alim, n., Kesehatan, H., Kebidanan Bina, A., & Nusantara, S. (2019). Hubungan Pelaksanaan IMD dan Pemberian Asi Eksklusif terhadap Status Gizi Bayi di Puskesmas Lamurukung. Celebes health journal, 1(2), 2685–1970.
`Http://journal.lldikti9.id/cphj/indexdoi:https://doi.org/
Aubrun, g., & nechita, i. (2018). Global nutrition report. In journal of mathematical physics (vol. 53, issue 10). Https://doi.org/10.1063/1.4759115
Mar’atun ulaa, s. Z. P. (2020). Kebehasilan Pemberian Asi Ekslusif pada Bayi 6-12 Bulan Ditinjau Dari Pekerjaan Ibu dan Pelaksanaan IMD.
Septiani, h. U., budi, a., & karbito, k. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif Oleh Ibu Menyusui Yang Bekerja Sebagai Tenaga Kesehatan.
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 159–174. Https://doi.org/10.30604/jika.v2i2.62
I dewa nyoman supariasa, bachyar bakri & ibnu hajar. (2020). Penilaian status gizi (2nd ed.). Penerbit buku kedokteran egc.
Husaidah, s., amru, d. E., & sumarni. (2020). Hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu nifas dengan pemberian asi eksklusif di puskesmas batua makassar 2019. Jurnal sehat mandiri, 15(1), 130–139.


