HUBUNGAN JENIS KELAMIN, USIA, DAN POLA MAKAN PADA PASIEN DISPEPSIA DI RSUD JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.32831/jik.v14i2.950Keywords:
Dispepsia, Jenis Kelamin, Usia, Studi Berbasis Rumah Sakit., Pola MakanAbstract
Pendahuluan: Dispepsia merupakan gangguan gastrointestinal yang umum dan sering dikaitkan dengan pola makan serta karakteristik demografi. Pemahaman hubungan antara faktor-faktor tersebut penting untuk mendukung upaya pencegahan dan penatalaksanaan yang lebih efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang berbasis data sekunder dari rekam medis 156 pasien dispepsia pada tahun 2024 di satu rumah sakit. Variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, kelompok usia (remaja, dewasa, lansia), dan pola makan (konsumsi makanan pedas/asam/asin, konsumsi kopi, pola makan tidak teratur, diet rendah serat/restriktif, dan diet seimbang). Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Penelitian ini telah memperoleh izin pelaksanaan dengan nomor surat 445/312/RSUD/2026. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (67,3%) dan berada pada kelompok usia dewasa (54,5%). Pola makan tidak teratur (30,8%) dan diet rendah serat atau restriktif (28,8%) merupakan pola yang paling sering dilaporkan. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan pola makan (p < 0,001) serta antara usia dan pola makan (p = 0,006). Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara faktor sosiodemografi dan pola makan pada pasien dispepsia. Namun, interpretasi temuan perlu mempertimbangkan keterbatasan desain potong lintang, penggunaan data sekunder, dan setting penelitian satu pusat yang dapat membatasi generalisasi. Temuan ini menekankan pentingnya perhatian terhadap pola makan dalam praktik klinis serta perlunya penelitian lanjutan dengan desain longitudinal untuk memahami hubungan yang lebih komprehensif.
Kata Kunci: Dispepsia; Pola Makan; Jenis Kelamin; Usia; Studi Berbasis Rumah Sakit.
Downloads
References
Akpınar, A., Kochan, K., Kiremitci, S., Seven, G., Ince, A. T., & Senturk, H. (2024). The efficacy of removal of animal milk from the diet in functional dyspepsia: A cross-sectional study. Arab Journal of Gastroenterology, 25(4), 390–398. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ajg.2024.07.010
Al-Aghbari, N., Hilal, N. A.-D. M., & Al-Aghbari, A. (2026). Wealth-based and rural–urban disparities in digestive diseases among indonesian adults: evidence from a cross-sectional analysis of the Indonesia Family Life Survey (IFLS-5). BMC Public Health.
American Gastroenterological Association. (2001). American Gastroenterological Association medical position statement: hereditary colorectal cancer and genetic testing. Gastroenterology, 121(1), 195–197.
Ashari, A. N., Yuniati, Y., & Murti, I. S. (2022). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Correlation of Dietary Pattern with the Incidence of Functional Dyspepsia in Students of the Faculty of Medicine, Mulawarman University. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(2).
Aydın, S., Öner, C., Çetin, H., & Şimşek, E. (2024). Prevalence and Risk Factors of Functional Dyspepsia: A Population-Based Study. The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy, 25, 9–15. https://doi.org/10.24871/25320249-15
Black, C. J., Paine, P. A., Agrawal, A., Aziz, I., Eugenicos, M. P., Houghton, L. A., Hungin, P., Overshott, R., Vasant, D. H., & Rudd, S. (2022). British Society of Gastroenterology guidelines on the management of functional dyspepsia. Gut, 71(9), 1697–1723.
Duncanson, K. R., Talley, N. J., Walker, M. M., & Burrows, T. L. (2018). Food and functional dyspepsia: a systematic review. Journal of Human Nutrition and Dietetics, 31(3), 390–407.
Ford, A. C., Mahadeva, S., Carbone, M. F., Lacy, B. E., & Talley, N. J. (2020). Functional dyspepsia. The Lancet, 396(10263), 1689–1702.
Guo, H., Zhong, S., Wang, X., & Chen, J. (2025). Prevalence and association of functional dyspepsia in the elderly patients: a systematic review and meta-analysis. The Aging Male : The Official Journal of the International Society for the Study of the Aging Male, 28(1), 2511801. https://doi.org/10.1080/13685538.2025.2511801
Mayer, E. A., Naliboff, B., Lee, O., Munakata, J., & Chang, L. (1999). Review article: gender-related differences in functional gastrointestinal disorders. Alimentary Pharmacology & Therapeutics, 13 Suppl 2, 65–69. https://doi.org/10.1046/j.1365-2036.1999.00008.x
Miwa, H., Nagahara, A., Asakawa, A., Arai, M., Oshima, T., Kasugai, K., Kamada, K., Suzuki, H., Tanaka, F., & Tominaga, K. (2022). Evidence-based clinical practice guidelines for functional dyspepsia 2021. Journal of Gastroenterology, 57(2), 47–61.
Naela Alfin Ni’mah, Faisal Balatif, Marzuki Samion, & Anna Yusria. (2025). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Dispepsia pada Remaja Putri di Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa pada Tahun 2023. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN, 4(1 SE-Articles), 220–229. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.4715
widya et al. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pekerja di PT. Hamsina Jaya MPGG Cirebon 2023. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 14(02 SE-Articles), 361–369. https://doi.org/10.34305/jikbh.v14i02.924
Zhang, X., Chen, L., Zhang, T., Gabo, R., Wang, Q., Zhong, Z., Yao, M., Wei, W., & Su, X. (2024). Duodenal microbiota dysbiosis in functional dyspepsia and its potential role of the duodenal microbiota in gut–brain axis interaction: a systematic review. Frontiers in Microbiology, Volume 15-2024. https://doi.org/10.3389/fmicb.2024.1409280


